Selasa, 26 Juli 2011

area penghubung dapur dan pelayanan

2.1 Latar Belakang
          Suatu usaha tidak hanya menjalankan usaha dan memperoleh keuntungan semata, tetapi para wirausaha juga harus jeli dan memperhatikan serta dapat menganalisis laporan keuangan usahanya guna meningkatkan pendapatan dan produktifitasnya di kemudian hari.

2.2  Analisis Laporan Keuangan Usaha
         Pada akhir tahun, seluruh kegiatan pengelolaan usaha diikhtisarkan dan dilaporkan untuk dianalisis oleh pihak yang berkepentingan, agar memperoleh informasi yang tepat untuk mengambil keputusan. Analisis laporan keuangan usaha adalah evaluasi tau penafsiran neraca dan daftar perubahan posisi keuangan usaha.
         Mengadakan analisis laporan keuangan usaha sangat penting untuk mengetahui keadaan dan perkembangan usaha milik perusahaan wirausaha. Analisis laporan keuangan usaha selalu berhubungan dengan masalah neraca, masalah rugi/laba, dan perubahan akan permodalan usaha. Analisis laporan keuangan usaha pada hakikatnya ditujukan untuk mengadakan penilaian atas keadaan keuangan usaha wirausaha sebagai pemilik perusahaan.
         Untuk dpat menggambarkan perubahan posisi keuangan usaha dan sifat perkembangan usaha dari waktu ke waktu, maka wirausaha diharuskan membuat laporan keuangannya paling lama dua tahun terakhir.

2.3  Dasar Analisis Laporan Keuangan Usaha
         Adapun yang menjadi dasar analisis dalam laporan keuangan usaha yaitu meliputi hal-hal berikut ini:
a.       Keadaan keuangan jangka pendek,
1)Sasaran analisis atas keadaan keuangan usaha jangka pendek  diantaranya:
·         Kemampuan bertahan dalam keadaan depresi
·         Kemampuan melunasi utang lancar usaha
·         Kemampuan untuk membayar biaya-biaya usaha
·         Kemampuan utuk mempertahankan persediaan barang
·         Kemampuan untuk memberikan kredit penjualan
2)Sasaran analisis atas modal kerja yang meliputi :
·           Darimana sumber-sumber modal usaha diperoleh
·           Untuk apa saja modal usaha tersebut

b.      Keadaan keuangan jangka panjang
Sasaran analisis terhadap keadaan keuangan usaha jangka panjang meliputi:
·         Berkurang dan bertambahnya utang jangka panjang
·         Kemampun membayar bunga pinjaman usaha secara stabil
·         Keseimbangan antara modal sendiri dengan modal asing
·         Bertambah dan berkurangnya aktiva tetap

c.       Hasil usaha perusahaan
Sasaran analisis terhadap hasil usaha perusahaan milik wirausaha meliputi:
·         Efisiensi usaha antara penjualan dengan aktiva yang digunakan
·         Eisiensi usaha antara laba degan aktiva yang digunakan
·         Volume penjualan pada tingkat BEP (break event point)
·         Penggunaan aktiva tetap

2.4  Kegunaan Analisis Laporan Keuangan Usaha
Hasil analisis laporan keuangan usaha sangat berguna untuk pihak-pihak beriut ini.
a.       Para wirausaha sebagai pemilik perusahaan
Dengan adanya analisis laporan keuangan usaha, wirausaha sebagai pemilik perusahaan dapat menilai:
·    Besar kecilnya imbalan usaha untuk wira usaha
·    Berhasil tidaknya di dalam pengelolaan usahanya
·    Dapat tidaknya para wira usaa mempertahankan kontinuitas perusahaannya

b.      Manajer perusahaan
Analisis laporan keuagan dapat digunakan sebagai dasar:
·         Menyusun rencana usaha yang akan datang
·         Untuk mengukur sistem pengendalian usaha intern
·         Untuk menentuka kebijaksanaan manajer perusahaan

c.       Investor, banker, dan kreditor
Dengan adanya laporan keuangan usaha, akan diketahui mengenai likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas perusahaan. Dengan demikian mereka dapat menentukan:
·      Memberi tidakya modal usaha
·      Menghentikan investasi usahanya atau tidak
·      Menguah pinjamannya menjadi modal usahanya

d.      Pemerintah
Dengan adanya analisis laporan keuangan usaha, maka phak pemerintah akan:
·      Menetakan besarnya pajak
·      Menetapkan kebijaksanaan tentang masalah tenaga kerja dan pertumbuuhan ekonomi nasional

e.       Teaga kerja
Dengan mengetahui hasil analisis keuangan usaha, dapat diketahui prospek/ kemajuan perusahaan sehingga memungkinkan tenaga kerja dalam menentukan sikap
·         Pindah kerja ke perusahaan lain
·         Perasaan aman didalam bekerja
·         Senang dengan adanya promosi jabatan
·         Meningkatkan produktivitas dalam bekerja

2.5  Analisis laporan perhitungan rugi/ laba
Analisis laporan peritungan rugi/ laba adalah suatu analisis laporan yang mnunjukkan tentang pendapatan, biaya, dan rugi/ laba suatu usaha selama periode tertentu. Analisis laporan perhitungan rugi/ laba perlu disusun secara sistematis dan logis. Di dalam menyusun analisis laporan, rugi/ laba usaha dasarnya yaitu:
a.       Bagian pertama adalah menunjukkan penghasilan yang diperoleh perusahaan milik wirausahawan. Dalam hal ini dapat dilihat dari harga pokok barang/ jasa yang dijual, sehingga akan diperoleh harga kotor.
b.      Bagian kedua adalah menunjukkan biaya-biaya usaha yang terdiri atas biaya penjualan, biaya admiistrasi, dan biaya umum.
c.       Bagian ketiga adalah hasil lain-lain dan beban lainnya yang bukan berasal dari usaha pokok perusahaan. Di sini misalnya biaya bunga pendapatan sewa dan sebagainya.
d.       Bagian keempat adalah menunjukkan rug/ laba isidental, sehingga akan diperoleh rugi/ laba bersih sebelum pajak penghasilan. Di sini misalnya laba penjualan aktiva tetap, surat berharga dan lain-lainnya.

2.6  Analisis laporan perubahan modal/ laporan laba yang ditahan
Laporan laba yang ditahan merupakan salah satu dari laporan perubahan posisi keuangan yang berasal dari kegiatan usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu. Di sini peyusutan rugi/ laba yang ditahan menyangkut masalah rugi/ laba insidental.

2.7  Beberapa Istilah Dibidang Keuangan Usaha

1.      Harta :
Seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan, baik berupa benda berwujud atau hak-hak perusahaan yang dinyatakan dalam ukuran uang.
2.      Harta lancar :
Hal-hal yang dapat diukur dengan uang tunai selama operasi perusahaan didalam dua bulan mendatang.
Seperti : uang tunai, piutang, wesel tagih, persediaan dan investasi jangka pendek.
3.      Biaya produksi :
Biaya yang berkaitan langsung dengan proses produksi dalam rangka menghasilkan suatu produk. Contoh biaya produksi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya tidak langsung.
4.      Biaya administrasi dan umum :
Biaya yang meliputi kegiatan seluruh bagian perusahaan. Contohnya: gaji, biaya alat-alat kantor, dan biaya penyusutan inventaris kantor.
5.      Biaya langsung :
Biaya yang berhubungan langsung dengan hasil produksi. Misalnya: biaya bahan baku dan biaya upah langsung.
6.      Biaya tidak langsung :
Biaya yang tidak langsung berhubungan dengan hasil produksi tertentu, tetapi berhubungan dengan suatu prestasi tertentu.
7.      Biaya tetap :
Biaya yang besernya tidak terpengaruh oleh perubahan kegiatan perusahaan dalam batas tertentu. Contoh : gaji, biaya penyusutan alat-alatproduksi, biaya pemeliharaan pabrik, biaya asuransi, biaya administrasi, biaya umum, biaya pengembangan produk, pembayaran bunga hipotik, dan sewa peralatan
8.      Biaya variabel :
Biaya yang besarnya berubah-ubah sebanding dengan perubahan kegiatan perusahaan. Contohnya: biaya bahan baku, upah langsung, dan bahan pembantu.
9.      Biaya semi variabel :
Biaya yang selalu berubah-ubah, sebagian bersifat variabel dan sebagian lagi bersifat tetap.  Contoh: untuk promosi, iklan dll.
10.  Biaya operasi:
Biaya yang diperlukan untuk memungkinkan terselenggaranya usaha dalam memenuhi fungsinya yaitu biaya jasa atau biaya tenaga kerja dan pengalokasian biaya umum.


11.  Harta tetap :
Sumber daya fisik dalam jangka panjang yang digunakan berkali-kali untuk operasi usaha.
12.  Harga pokok:
Suatu kombinasi dari biaya-biaya bahan mentah untuk proses produksi, biaya trasportasi, biaya tenaga langsung, dan biaya umum. Dengan kata lain biaya pokok dapat diartikan jumblah biaya yang seharusnya diperhitungkan untuk memproduksi suatu produk dan dinyatakan dalam nilai uang, sampai produk dan jasa itu berada di pasar.
13.  Uang tunai :
Mata uang di dalam catatan uang tunai dalam kotak kas atau deposito di bank, dan bersifat siap pakai.
14.  Ramalan uang tunai :
Suatu ramalan tentang keperluan uang tunai pada masa mendatang untuk operasi kegiatan perusahaan.
15.  Laba kotor :
Penjualan dikurangi harga pokok penjualan
16.  Laba bersih :
Laba operasi ditambah pendapatan lain dikurang biaya lainnya.
17.  Laba-rugi :
Selisih antara penghasilan/ pendapatan dikurangi biaya-biaya. Jika pendapatan > biaya-biaya = laba, tapi jika biaya usaha > pendapatan = rugi.
18.  Utang dagang :
Utang-utang yang biasanya ditulis dalam bentuk uang rupiah yang ditanggung oleh perusahaan terhadap para pembekal atau penyuplai barang atau jasa yang dibeli atau dikontrak pembayarannya.
19.  Piutang dagang :
Tagihan yang ditulis dalam istilah uang oleh perusahaan kepada orang lain dan pembayarannya pada masa mendatang oleh orang yang memesan barang atau jasa tersebut.
20.  Catatan umur piutang :
Iangka waktu peminjaman dari hari jatuh temponya (30 hari, 60 hari, 90 hari)
21.  Penjualan bruto :
Jumlah harga barang yang ditagih atau dijual setelah dikurangi potongan penjualan, tetapi bellum dikurangi retur penjualan barang atau jasa.
22.  Penjualan bersih :
Penjualan bruto atau kotor dikurangi potongan penjualan dan retur penjualan barang atau jasa.
23.  Potongan penjualan :
Potongan ekstra yang diizinkan dan diberikan kepada para langganan yang membuat order besar.
24.  Modal aktif :
Modal yang berbentuk aktiiva/ harta yang menunjukkan dalam bentuk apa modal badan usaha itu ditanamkan.
25.  Modal pasif :
Modal yang menunjukkan dari mana asalnya dan merupakan jumlah yang abstrak.
26.  Likuiditas :
Kemampuan badan usaha untuk membayar utang-utangnya yang telah jatuh tempo.
27.  Solvabilitas :
Kemampuan badan usaha untuk memenuhi semua kewajibannya apabila badan usaha itu dibubarkan.


28.  Rentabilitas :
Kemampuan badan usaha untuk menghasilkan laba atau keuntungan. Rehabilitas selalu menunjukkan perbandingan antara laba dengan modal modal yang dipergunakan.
29.  Alat-alat kas :
Sesuatu yang menjamin badan usaha untuk selalu dapat menggunakan keuangannya untuk pembayaran. Misalnya: uang kas, uang yang disimpan di Bank, dan surat-surat berharga yang mudah diuangkan.
30.  Neraca :
Laporan keuangan yang menggambarkan suatu ringkasan dari sumber daya keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca harus menggambarkan posisi keuntungan perusahaan pada suatu saat, yaitu posisi harta, utang, dan modal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar